Kecamatan Rawalumbu
Kamis, 12 September 2013, 22:20 WIB
Sejarah Kecamatan Rawalumbu
Sejarah Pembentukan Kecamatan Rawalumbu
Sejarah pembentukan Kecamatan Rawalumbu adalah bagian dari Kecamatan Bekasi Timur, namun seiring dengan berlakunya UU Nomor22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah, telah mengubah para digma penyelenggaraan pemerintah di daerah. Atas landasan itu pula nomenklatur pemerintah daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi berubah menjadi Kota Bekasi.
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun1999, Peraturan Pemerintah PP Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonomi serta PP Nomor 84 Tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Pejabat Daerah, telah melahirkan Peraturan Daerah Nomor 9, 10, 11 dan 12 tentang Pengaturan Organisasi Perangkat Daerah.
Untuk meningkatkan pelayan kepada masyarakat lewat Perda(peraturan daerah) maka terbitlah Perda Nomor 14 Tahun 2000 yang mengesahkan terbentuknya 2 kecamatan baru : Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Medan Satria. Sehingga Kota Bekasi terdiri atas 10 kecamatan. Dan berdasarkan Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kelurahan, maka seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan, sehingga Pemkot (pemerintah kota) Bekasi mempunyai 52 pemerintahan di kelurahan, pada tahun 2002.
Pada perkembangannya kini sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2004, Kota Bekasi mempunyai 12 kecamatan, yang terdiri dari 56 kelurahan, yaitu Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Jati Sampurna, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Pondok Melati.
Gambaran Umum Kecamatan Rawalumbu
Kondisi Existing
Data monografi
Kota bekasi merupakan bagian dari wilayah metropolitan jabodetabek dari waktu kewaktu mengalami perkembangan ekonomi dan jasa yang sangat pesat. Secara geografis Kota Bekasi terletak di Bagian Utara Jawa Barat antara 106 48’ 28” – 107 27’ 29” bujur timur dan 6 30’6” lintang selatan, kondisi topografi relative datar (kemiringan lahan bervariasi rata-rata 0-3 %) dan merupakan daerah beriklim panas dengan suhu 28C – 32C, kelembaban antara 80 % - 90 %, yang dipengaruhi oleh angin musim barat dan musim timur.
Wilayah Kecamatan Rawalumbu merupakan bagian dari Kota Bekasi yang terletak di wilayah selatan Kota Bekasi yang berperan juga sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta yang dalam perkembangannya telah menunjukan kemajuan diberbagai bidang sesuai dengan peran dan fungsinya.
Wilayah Kecamatan Rawalumbu terdiri dari 4 kelurahan yaitu :
 Kelurahan Pengasinan, luas areal 272,47 Ha
 Kelurahan Bojong Rawalumbu, luas areal 581,92 Ha
 Kelurahan Bojong Menteng, luas areal 370,187 Ha
 Kelurahan Sepanjang Jaya, luas areal 295, 24 Ha
Terdiri dari 617 RT dan 96 RW
Berdasarkan pembentukannya, batas Kecamatan Rawalumbu adalah :
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan dan Kecamatan JatiAsih;
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bantar Gebang;
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Bekasi Selatan;
SebelahTimur berbatasan dengan Kecamatan Mustika Jaya.
TERBAGI MENJADI :
- 4 KELURAHAN
- 96 RW
- 617 RT
VISI DAN MISI KECAMATAN RAWALUMBU
A.Visi
visi Kecamatan Rawalumbu disusun dengan mempertimbang kan potensi, Kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang ada di kecamatan Rawalumbu serta mempertimbangkan budaya yang hidup dalam masyarakat, maka visi kecamatan pada tahun 2013 – 2018 yang hendak di capai yaitu :
“Rawalumbu Unggul Dalam Kinerja, Mju Dalam Jasa Yang Bernuansa Ihsan”
Memperhatikan visi tersebut serta perubahan paradigma dan kondisi yang akan dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan Kecamatan Rawalumbu dapat lebih berperan dalam perubahan yang terjadi di lingkup nasional, regional maupun global.
Visi tersebut mengandung makna hasrat untuk mewujudkan Kecamatan Rawalumbu agar berkembang secara berkelanjutan (sustainable) dan mewujudkan visi Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan.
B.Misi
Dalam mewujudkan visi tersebut Kecamatan Rawalumbu menetepkan 3 misi yaitu :
Meningkatkan kinerja segala unsur perangkat desa dalam pelayanan dan pemberdayaan Masyarakat.
Misi ini bermakna bahwa tata kelola pemerintahan dalam mewujudkan visi kecamatan Rawalumbu dilakukan melalui fungsi peraturan, pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan, menempatkan aparatur sebagai pamong praja yang menjungjung tinggi integritas terhadap amanah, tugas dan tanggungjawab, berdasarkan 10 (sepuluh) prinsip good govermence, yaitu :
1) Partisipasi masyarakat;
2) Tegaknya supermasi hukum;
3) Transparansi;
4) Kesetaraan;
5) Daya tanggap kepada stakeholders;
6) Berorientasi pada visi.
Data Penduduk
Jumlah penduduk Kecamatan Rawalumbu sampai dengan saat ini sebanyak 188.509 jiwa yang terdiridari :
Tabel
Data Penduduk Kecamatan Rawalumbu Tahun 2014
No
Kelurahan
Pria
Wanita
1
KelurahanSepanjang Jaya
16.182
15.842
2
KelurahanBojongRawalumbu
32.085
33.478
3
KelurahanBojongMenteng
17.913
18.591
4
KelurahanPengasinan
26.323
25.666
JUMLAH
92.577
93.577
Data Penduduk Kecamatan Rawalumbu Tahun 2015
No
Kelurahan
Pria
Wanita
1
KelurahanSepanjang Jaya
16.212
15.855
2
KelurahanBojongRawalumbu
32.807
33.874
3
KelurahanBojongMenteng
17.318
18.946
4
KelurahanPengasinan
26.602
25.895
JUMLAH
93.939
94.570
Data Kepegawaian 2014
No
Kelurahan
PNS
TKK
Magang
Jumlah
1.
Kecamatan Rawalumbu
22
33
17
72
2.
KelurahanSepanjang Jaya
14
12
13
39
2
KelurahanBojongRawalumbu
11
9
19
39
3
KelurahanBojongMenteng
15
14
6
35
4
KelurahanPengasinan
15
15
11
41
JUMLAH
77
83
66
226
Data Kepegawaian 2015
No
Kelurahan
PNS
TKK
Magang
Jumlah
1.
Kecamatan Rawalumbu
25
12
16
53
2.
KelurahanSepanjang Jaya
11
10
9
30
2
KelurahanBojongRawalumbu
12
12
19
43
3
KelurahanBojongMenteng
14
10
5
29
4
KelurahanPengasinan
15
12
10
37
JUMLAH
77
56
59
192
Pendidikan
Pembangunan pendidikan di Indonesia telah menunjukan keberhasilan yang cukup besar. Wajib belajar 6 tahun, yang didukung pembangunan infrastruktur sekolah dan diteruskan dengan wajib belajar 9 tahun adalah program sektor pendidikan yang diakui cukup sukses. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi sekolah dasar dari 41% pada tahun 1968 menjadi 94 % pada tahun1996, sedangkan partisipasi sekolah tingkat SMP meningkat 62 % tahun 1993 menjadi 89 % tahun 2002 (Oey-Gardiner, 2003).
Tetapi dibalik keberhasilan program-program tersebut, terdapat berbagai fenomena dalam sektor pendidikan, kasus tinggal kelas, terlambat masuk sekolah dasar dan ketidakmampuan untuk meneruskan sekolah kejenjang yang lebih tinggi merupakan hal yang cukup banyak menjadi sorotan di dunia pendidikan.Kasus putus sekolah yang juga banyak terjadi terutama di daerah pedesaan menunjukan bahwa pendidikan belum banyak menjadi prioritas bagi orang tua.Rendahnya prioritaster sebut antara lain dipicu oleh akses masyarakat terhadap pendidikan yang masih relative kecil, terutama bagi keluarga miskin yang tidak mampu membiayai anak mereka untuk meneruskan sekolah kejenjeng lebih tinggi.
Selain itu, ujian akhir sekolah dianggap tidak dapat menjadi ukuran kemampuan murid.Nilai rata-rata ujian akhir yang rendah seringkali diikuti oleh persentase kelulusan yang cukup tinggi.Pada tahun ajaran 1998/1999, rata-rata nilai ujian akhir nasional (UAN) SMA di Indonesia adalah 3,99. Padahal nilai minimum untuk lulus adalah 6. Tetapi pada periode tersebut, 97 % siswa SMA dinyatakan lulus (Oey-Gardiner, 2000).Hal ini menunjukan bahwa nilai ujian akhir bukanlah satu-satunya alat untuk menyaring kelulusan murid.
Partisipasi Sekolah
Mengapa pemerintah menggunakan angka partisipasi sekolah dalam menilai kesuksesan program wajib belajar? Mengapa jumlah murid tidak bisa dijadikan ukuran?.
Umumnya terdapat dua ukuran partisipasi sekolah yang utama, yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).Keduanya mengukur penyerapan penduduk usia sekolah oleh sektor pendidikan. Perbedaan diantara keduanya adalah penggunaan kelompok usia “standar” di setiap jenjang pendidikan. Usia standar yang dimaksud adalah rentang usia yang dianjurkan pemerintah dan umum dipakai untuk setiap jenjang pendidikan, yang ditampilkan pada tabel berikut :
Tabel
Daftar :Jumlah Sekolah di Wilayah Kecamatan Rawalumbu Tahun 2015
N0
Kelurahan
Tingkat Pendidikan
SLB
PAUD
TK
SD/MI
SLTP/MTS
SLTA/MA
PT
1
Bojong Rawalumbu
15
34
31
8
7
-
-
2
Bojong Menteng
9
9
11
3
2
1
1
3
Pengasinan
6
24
24
10
8
4
-
4
Sepanjang Jaya
5
13
16
3
4
4
-
Jumlah
35
80
82
24
21
5
1
Kepercayaan / agama / aliran
Keagamaan
Kecamatan Rawalumbu sebagai kecamatan yang heterogen, terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Meskipun demikian, kerukunan hidup antar umat beragama dan suku bangsa terjalin cukup baik tanpa adanya kondisi yang dapat mengganggu stabilitas di wilayahKecamatan Rawalumbu.
Penduduk Kecamatan Rawalumbu mayoritas beragama Islam, sebagian kecil Kristen, Protestan, Hindu, Budha dan Kepercayaan lainnya.
Adapun data penduduk Kecamatan Rawalumbu menurut agama adalah sebagai berikut :
Islam : 156.472 Jiwa
Khatolik : 12.650 Jiwa
Protestan : 10.000 Jiwa
Hindu : 92 Jiwa
Budha : 2.498 Jiwa
Sarana Peribadatan
Adapun Kecamatan Rawalumbu juga memperhatikan sarana-sarana sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat, diantaranya sarana peribadatan yang tersebar di kelurahan yang ada di KecamatanRawalumbu.
Tabel
Daftar :Sarana Peribadatan di Kecamatan Rawalumbu Tahun 2015
No
Kelurahan
Masjid
Gereja
Wihara
Pura
1
Kelurahan Bojong Rawalumbu
30
5
1
-
2
Kelurahan Bojong Menteng
17
2
1
-
3
Kelurahan Pengasinan
38
12
-
-
4
Kelurahan Sepanjang Jaya
15
-
-
-
Jumlah
100
19
2
-
Kemasyarakatan dan Sosial
Dalam bidang kesehatan kegiatan yang dilaksanakan harus lebih banyak dukungan dari sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Rawalumbu.
Tabel
Daftar: jumlah TP.PKK, Posyandu dan kader posyandu
Kecamatan Rawalumbu Tahun 2015
No
Kecamatan /Kelurahan
TP. PKK
Posyandu
Kader Posyandu
Ket
1
Kecamatan
24
2
Kelurahan Bojong Rawalumbu
1.181
49
490
3
Kelurahan Bojong Menteng
380
22
220
4
Kelurahan Pengasinan
866
43
430
5
Kelurahan Sepanjang Jaya
350
19
190
Jumlah
2.901
133
1.330
Data sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Rawalumbu dapat dilihat pada tabel berikut :
No
Sarana Pelayanan Kesehatan
Jumlah
Ket
1
Rumah Sakit Umum Suasta
4
2
Rumah Sakit Bersalin
20
3
Puskesmas
3
4
Apotek
35
5
Klinik 24 Jam
24
6
Laboraturium
4
7
Posyandu
133
Jumlah
Dilihat dari sarana kesehatan yang ada, masih perlu penambahan dikarenakan Kecamatan Rawalumbu pernah menjadi salah satu daerah dengan populasi perkembangan Demam Berdarah Dengue (DBD) TERTINGGI se-Kota Bekasi.
RASKIN
Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan dan kerawanan pangan. Masalah ini menjadi perhatiaan nasional dan penanganannya perlu dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai sektor baik ditingkat pusat maupun daerah. Upaya tersebut telah dicantumkan menjadi salah satu program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah(RKP) tahun 2008.
Intruksi Presiden Nomor3 tahun 2007 tentang Kebijakan Perberasan mengintruksikan Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen tertentu, serta Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia untuk melakukan upaya peningkatan pendapatan petani, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi perdesaan dan stabilitas ekonomi nasional. Secara khusus kepada Perum Bulog diinstriksikan untuk menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan, yang penyediaannya mengutamakan pengadaan beras dari gabah petani dalam negeri.
Penyaluran beras Penyaluran bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Miskin. Disamping itu, program ini dimaksud untuk meningkatkan akses masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokoknya sebagai salah satu hak dasar masyarakat. Hal ini merupakan salah satu program penting dalam peningkatan ketahanan pangan nasional.
Program Raskin merupakan bagian integral dari program penanggulangan kemiskinan, yang bersinergi dengan program penting dalam peningkatan ketahanan dengan nasional.
Program Raskin merupakan bagian integral dari program penanggulangan kemiskinan, yang bersinegri dengan program pembangunan lainnya, seperti program pembangunan lainnya, seperti program perbaikan gizi, peningkatan kesehatan, pendidikan dan peningkatan prokduktivitas masyarakat. Sinergi antar berbagai program ini penting dalam meningkatkan efektifikas masing-masing program dalam pencapaian tujuan.
Efektifitas Program Raskin dapat ditingkatkan melalui koordinasi antar intansi terkait, baik ditingkat pusat maupun daerah. Koordinasi dilaksanakan mulai dariperencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dengan mengedepankan peran penting partisipasi masyarakat.
Dana Raskin Daerah merupakan dana yang disediakaan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pengadaan Raskin diluar pagu nasional. Tingkat Transparasi (TT) adalah indikator yang menunjukan ketransparan pengelolaan program raskindi Pemerintah Kota sebagai wujud akuntabilitas program
Alokasi Raskin Kecamatan Rawalumbu Tahun
No
BADAN/DINAS/KANTOR/
BAGIAN & KECAMATAN
URAIAN
TAHUN
TAHUN
1
Kecamatan Rawalumbu
Pemberian Raskin
2013
2014
Jumlah
RTSPM
4.993
4.993
Data Keluarga Miskin se Kecamatan Rawalumbu
No
Kelurahan
Jumlah
Keluarga Miskin
(KK)
Yang Memiliki Kartu Sehat
(KK)
Yang Mendapatkan Bantuan Uang
1
Bojong Menteng
3.273
3.592
1.669
2
Bojong Rawalumbu
3.305
3.188
1.259
3
Sepanjang Jaya
3.126
2.964
1.028
4
Pengasinan
4.392
4.392
1.037
Jumlah
14.096
14.096
4.993
KEGIATAN
Kegiatan yg di laksanakan antara lain :
Gerakan K3 di Lingkup Kecamatan dan Kelurahan
Kegiatan Lomba Masak dalam Rangka Hari Kartini
Penertiban Pedagang Kaki Lima
Musrenbang TK Kecamatan
Kegiatan Sosialisasi Pelayanan Perizinan dan Keoendudukan
 
PRESTASI
Prestasi yang berhasil diraih Kecamatan Rawalumbu pada Tahun 2013 adalah :
1. Juara III Lomba Balita Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Bekasi
2. Juara I Lomba Sekolah Sehat Tk Kota Bekasi
3. Juara II lomba Keluarga Harmonis
4. Juara I Lomba Keluarga Sakinag Tk Kota Bekasi
5. Juara I Lomba Keluarga Sakinah Tk Provinsi
6. Juara I lomba Keluarga Sakinah Tk Nasional
7. Juara I Lomba Posdaya Tk Kota Bekasi
8. Penghargaan Kader Motivator Pengarustamaan Gender ( PUG ) berprestasi Tingkat Kota Bekasi dan 10 Kader Motivator Pengarustamaan Gender ( PUG ) Terbaik Tingkat Kecamatan Tahun 2013
Prestasi yang diraih Kecamatan Rawalumbu pada Tahun 2014 Adalah :
1. Juara Harapan I Lomba Kinerja Tk Kelurahan , (Kelurahan Bojong Rawalumbu)
2. Juara I Lomba Kader BKL Tk Kota Bekasi
3. Juara I Lomba BKL Tingkat Kecamatan Rawalumbu
4. Juara I Lomba BKL Tingkat Kota Bekasi
5. Juara I Lomba BKB Tingkat Kecamatan Rawalumbu
6. Juara II Lomba BKB Tingkat Kota Bekasi
7. Juara I Lomba BKR Tingkat Kecamatan Rawalumbu
8. Juara II Lomba BKR Tingkat Kota Bekasi
9. Juara III Lomba Perpustakaan Tingkat Kota Bekasi
Prestasi yang diraih Kecamatan Rawalumbu pada Tahun 2015 Adalah :
1. Juara III Lomba Kinerja Tk Kelurahan , (Kelurahan Kelurahan Sepanjang Jaya)
2. Juara II Lomba Keluarga Sakinah Tk Kota Bekasi
3. Juara III Lomba Kinerja Tk. Kecamatan
4. Juara III Lomba KB Kes Tingkat Kota Bekasi
PENUTUP
Selayang pandang ini dibuat secara partisipatif, dengan mengupayakan semaksimal mungkin dapat menfasilitasi segenap aspirasi stakeholder (pihak yang terkait dan berkepentingan) di Kota Bekasi.
Untuk menjamin keberhasilan implementasi data ini, maka perlu dilakukan hal-hal seperti berikut ini :
 Penetapan status hukum naskah ini, sehinga impelementasinya bersifat mengikat dan konsekuensinya dapat dipertanggungjawabkan.
 Pengkomunikasian / sosialisasi data ini ke semua pihak yang terlibat secara intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan komitmen dan motivasi seluruh pihak untuk meningkatkan kinerja sebelumnya. Sosialisasi ini penting untuk mendukung keberhasilan implementasi kinerja dan untuk meningkatkan rasa tanggungjawab terhadap pencapaian kinerja Kecamatan Rawalumbu.
 Pelaksanaan program dan kegiatan indikatif yang dirumuskan oleh seluruh aparat dan komponen stakeholder yang terkait dan relevan secara disiplin dalam artian semua aktifitas yang dilakukan oleh semua pihak tidak boleh menyimpang dari rencana kinerja yang sudah ditetapkan untuk memastikan pencapaian tujuan akhir organisasi. Oleh karena itu perlunya komunikasi dan sosialisasi kinerja ke semua pihak untuk memastikan semua pihak berjalan ke arah yang sama sesuai dengan rencana strategis yang telah dibuat.
 Pengevaluasian hasil pencapaian sasaran dan target secara rutin untuk mengetahui kinerja dari seluruh aparat. Kegiatan evaluasi ini juga bertujuan mesinkronisasikan berbagai kegiatan untuk menilai tolak ukur antara perencanaan dan pelaksanaan. Hasil dari evaluasi ini bisa berupa penyesuaian terhadap rencana strategis untuk menjamin pencapaian visi dan misi organisasi.
Dengan mengharap keridhoan Allah SWT, semoga kinerja Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi akan semakin meningkat ditahun-tahun mendatang, untuk mencapai tujuan akhir Kecamatan Rawalumbu yaitu “ Cerdas, Sehatserta unggul dalam jasa yang bernuansa ihsan “. Aminn


CAMAT

Dra. JUNARSIH, M.Si
INFO KELURAHAN
Kelurahan Bojong Menteng
Rabu, 05 February 2014, 10:53 WIB
Kelurahan Pengasinan
Rabu, 05 February 2014, 10:52 WIB
Kelurahan Bojong Rawalumbu
Senin, 30 September 2013, 13:53 WIB
SARAN DAN KELUHAN
SMS CENTER